Memilih Reksa Dana Saham di Bareksa untuk Investasi Masa Depan

9466_bareksa-fund-academy_675_380_c

Bagaimana cara menentukan reksa dana saham via Bareksa? Berikut ini perencana keuangan independen saya akan membahas salah satu cara memilih reksa dana saham dengan menggunakan rating atau barometer investasi.

Bagaimana Cara menentukan Reksa Dana Saham?
Pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh investor awam di reksa dana yaitu , bagaiaman cara menentukan reksa dana saham? Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sangat wajar, karena di Indonesia terdapat lebih dari 120 produk reksa dana saham.

Sebelum mengulas perihal pemilihan produk investasi reksa dana, kami sarankan untuk investor awal untuk: mempelajari terlebih dahulu cara kerja investasi reksa dana, istilah-istilah yang digunakan dalam investasi reksa dana, peraturan dalam jam transaksi reksa dana, mengecek profil risiko dan berinvestasilah sesuai dengan rencana keuangan.
memilih Reksa Dana Saham dengan Menganalisis Grafik
Dalam artikel ini, kami akan jelaskan menggunakan beberapa tools atau fitur yang ter bisa di dalam website Bareksa.com. Silahkan daftar terlebih dahulu sebagai member Bareksa.com, agar Anda dapat lebih leluasa mengakses fitur-fitur quick scanning berikut ini.

Idealnya sebagai seorang investor reksa dana, kita perlu memahami performansi atau kinerja reksa dana saham yang ingin kita beli. Salah satu cara memantaunya adalah dengan memperhatikan grafik kinerja produk tersebut selama 3 – 5 tahun. Kemudian kita lihat trend, apakah kecenderungannya naik atau menurun .
Dalam artikel ini saya akan menyebutkan contoh produk reksa dana. Contoh yang kami gunakan tidak dapat dijadikan saran investasi apapun. Kami gunakan contoh reksa dana tersebut, sebagai sarana edukasi.

Contoh: Reksa Dana Saham – Dana Pratama Ekuitas

Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat mulai dari Juli 2011 sampai dengan Juli 2015, kinerja Dana Pratama Ekuitas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada akhir tahun 2015, kinerjanya sempat mengalami penurunan. Pada awal tahun 2016, reksa dana saham Dana Pratama Ekuitas mulai mengalami rebound dan kinerja menjadi lebih baik. Selain itu, sebagai investor kita juga bisa mengecek fund fact sheet dan prospektus reksa dana.

Melakukan pemilihan dengan Cepat (Quick Scanning)
Banyak investor pemula , yang merasa saya masih kurang pede dengan penilaian dan cara membaca grafik saya . Apakah ada cara yang lebih mudah bagi memilih reksa dana saham (quick scanning)? Jawabannya ada. Anda bisa mempertimbangkan fitur rating yang dimiliki Bareksa.com dan Morningstar.com. Keduanya website tersebut memiliki metode penilaian, produk-produk reksa dana.

<a href=”http://indonesia-blogger.com”>BLOGGER INDONESIA</a>

Advertisements

Memilih Reksa Dana Saham Dengan Mempelajari Barometer Bareksa

bareksacom-kenapa-penting-menabung-di-reksa-dana-1-638

Bagaimana cara memilih reksa dana saham via Bareksa? Berikut ini perencana keuangan independen saya akan membahas salah satu cara menentukan reksa dana saham dengan menggunakan rating atau barometer investasi.

Bagaimana Cara menentukan Reksa Dana Saham?
Pertanyaan yang banyak diutarakan oleh investor pemula di reksa dana adalah , bagaiaman cara menentukan reksa dana saham? Pertanyaan itu yaitu pertanyaan yang sangat wajar, karena di Indonesia ter bisa lebih dari 120 produk reksa dana saham.

Sebelum membahas perihal penentuan produk investasi reksa dana, kami sarankan bagi investor awal bagi : mempelajari terlebih dahulu cara kerja investasi reksa dana, istilah-istilah yang digunakan dalam investasi reksa dana, peraturan dalam jam transaksi reksa dana, mengecek profil risiko dan berinvestasilah sesuai dengan rencana keuangan.
menentukan Reksa Dana Saham dengan Menganalisis Grafik
Dalam artikel ini, saya akan jelaskan menggunakan beberapa tools atau fitur yang ter bisa di dalam website Bareksa.com. Silahkan daftar terlebih dahulu sebagai member Bareksa.com, agar Anda bisa lebih leluasa mengakses fitur-fitur quick scanning berikut ini.

Idealnya sebagai seorang investor reksa dana, kita perlu memahami performansi atau kinerja reksa dana saham yang ingin kita beli. Salah satu cara memantaunya merupakan dengan melihat grafik kinerja produk tersebut selama 3 – 5 tahun. Kemudian kita lihat trend, apakah kecenderungannya meningkat atau turun.
Dalam artikel ini saya akan menyebutkan contoh produk reksa dana. Contoh yang kami gunakan tidak bisa dijadikan saran investasi apapun. Kami gunakan contoh reksa dana tersebut, sebagai sarana edukasi.

Contoh: Reksa Dana Saham – Dana Pratama Ekuitas

Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat mulai dari Juli 2011 sampai dengan Juli 2015, kinerja Dana Pratama Ekuitas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada akhir tahun 2015, kinerjanya sempat mengalami penurunan. Pada awal tahun 2016, reksa dana saham Dana Pratama Ekuitas mulai mengalami rebound dan kinerja menjadi lebih baik. Selain itu, sebagai investor kita juga dapat mengecek fund fact sheet dan prospektus reksa dana.

Melakukan penentuan dengan Cepat (Quick Scanning)
Banyak investor awam, yang merasa saya masih kurang pede dengan penilaian dan cara membaca grafik kami. Apakah ada cara yang lebih mudah untuk menentukan reksa dana saham (quick scanning)? Jawabannya ada. Anda bisa mempertimbangkan fitur rating yang dimiliki Bareksa.com dan Morningstar.com. Keduanya website tersebut memiliki metode penilaian, produk-produk reksa dana.

Cara Mudah Kelola Laporan Keuangan

cara-mengelola-keuangan[Baca Juga : Contoh Laporan Keuangan Perusahaan : Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Arus Kas dan Cara Bacanya untuk Investor]

 

Bagaimana Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan?
Seperti yang Kalian ketahui bahwa Seorang investor Dapat mengetahui kondisi kesehatan keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis keuangan. Dalam praktiknya analisis laporan keuangan perusahaan menggunakan rasio keuangan (financial ratio). Perbandingan yang Dapat dilakukan adalah:

Perbandingan rasio keuangan tahun ini dibanding dengan tahun lalu.
Perbandingan rasio keuangan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain (dalam satu industri).
Perbandingan rasio keuangan perusahaan dengan rata-rata industri.

Misal : PT Astra International Tbk termasuk dalam Manufaktur, sub sektor otomotif dan Komponen . Per tanggal 10 April 2017, perusahaan-perusahaan yang ter Dapat dalam Industri Manufaktur, sub sektor otomotif dan Komponen adalah:

Astra International Tbk (ASII), IPO tanggal 4 April 1990
Astra Otoparts Tbk (AUTO), IPO tanggal 15 Juni 1998
Garuda Metalindo Tbk (BOLT), IPO tanggal 7 Juli 2015
Indo Kordsa TBK (BRAM) dahulu PT Brantha Mulia Tbk, IPO tanggal 5 September 1990
Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), IPO tanggal 1 Desember 1980
Gajah Tunggal Tbk (GJTL), IPO tanggal 8 Mei 1990
Indomobil Sukses International (IMAS), IPO tanggal 15 September 1993
Indospring Tbk (INDS), IPO tanggal 10 Agustus 1990
Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN), IPO tanggal 5 Februari 1990
Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), IPO tanggal 9 Juni 2005
Nipress Tbk (NIPS), IPO tanggal 24 Juli 1991
Prima Alloy Steel Universal Tbk (PRAS), IPO tanggal 12 Juli 1990
Selamat Sempurna Tbk (SMSM), IPO tanggal 9 September 1996

Informasi mengenai sektor dan subsektor yang ada di Bursa Efek Indonesia

Sektor Pertanian

Sub sektor tanaman pangan
Sub sektor perkebunan
Sub sektor peternakan
Sub sektor perikanan
Sub sektor kehutanan
Sub sektor lainnya

Sektor Pertambangan

Sub sektor pertambangan batubara
Sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi
Sub sektor pertambangan logam dan mineral lainnya
Sub sektor pertambangan batu-batuan
Sub sektor pertambangan lainnya
/fusion_tabfusion_tab title=”Sektor Manufaktur” icon=”fa-asterisk”

Sektor Industri Dasar dan Kimia

Sub sektor semen
Sub sektor keramik, porselen dan kaca
Sub sektor logam dan Samanya
Sub sektor kimia
Sub sektor plastik dan kemasan
Sub sektor pakan ternak
Sub sektor kayu dan pengolahannya
Sub sektor pulp dan kertas
Sub sektor lainnya

Sektor Aneka Industri

Sub sektor mesin dan alat berat
Sub sektor otomotif dan Komponen nya
Sub sektor tekstil dan garmen
Sub sektor alas kaki
Sub sektor kabel
Sub sektor elektronika
Sub sektor lainnya

Sektor Industri Barang Konsumsi

Sub sektor makanan dan minuman
Sub sektor rokok
Sub sektor farmasi
Sub sektor kosmetik dan barang keperluan rumah tangga
Sub sektor peralatan rumah tangga
Sub sektor lainnya

Sektor Properti, Real Estate dan Konstruksi Bangunan

Sub sektor properti dan real estate
Sub sektor konstruksi bangunan
Sub sektor lainnya

Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi

Sub sektor energi
Sub sektor jalan tol, pelabuhan, bAnda ra dan Setipe nya
Sub sektor telekomunikasi
Sub sektor transportasi
Sub sektor konstruksi non bangunan
Sub sektor lainnya

Sektor Keuangan

Sub sektor bank
Su b sektor lembaga pembiayaan
Sub sektor perusahaan efek
Sub sektor asuransi
Sub sektor reksa dana
Sub sektor lainnya

Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi

Sub sektor perdagangan besar (barang produksi dan barang konsumsi)
Sub sektor perdagangan eceran
Sub sektor restoran, hotel dan pariwisata
Sub sektor advertising, printing dan media
Sub sektor kesehatan
Sub sektor jasa komputer dan perangkatnya
Sub sektor perusahaan investasi
Sub sektor lainnya

Rasio-rasio keuangan yang Banyak digunakan dalam menganalisis laporan keuangan, adalah:

Internal Liquidity

Contoh rasio terkait dengan internal liquidity:

Current ratio
Quick ratio
Cash ratio
Receivable turnover
Average receivable collection period
Inventory turnover
Average inventory processing period
Payables turnover
Payables payment period
Cash conversion cycle

Operating Performance

Contoh rasio terkait dengan operating performance:

Gross profit margin
Operating profit margin
Net profit margin
Return on equity (ROE)
Return on asset (ROA)
Total assets turnover
Working capital turnover
Working capital to total assets ratio
Basic earning power

Leverage

Contoh rasio terkait dengan leverage:

Debt to equity ratio
Debt to asset ratio
Long term debt to equity ratio
Long term debt to total capital
Interest coverage

Growth

Contoh rasio terkait dengan growth:

Net income
Total assets
Net sales
Net worth
Firm’s

Per Share Data

Contoh rasio terkait dengan per share data:

Earning per share (EPS)
EBITDA per share
Book value per share (BVPS)
Dividend per share
Free cash flow per share

Analisis Laporan Keuangan

Contoh hal yang perlu Kita ketahui untuk melakukan analisis laporan keuangan perusahaan:

Data laporan keuangan perusahaan ( Kalian Dapat download dari Macam sumber, salah satunya adalah website perusahaan).
Lakukan analisis rasio dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Bandingkan rasio keuangan perusahaan dengan perusahaan Setipe dan rata-rata industri.

Kini Makin Mudah Pahami Laporan Keuangan

Bagaimana Cara Menganalisis Laporan Keuangan Perusahaan?
Seperti yang Kita ketahui bahwa Seorang investor Dapat mengetahui kondisi kesehatan keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis keuangan. Dalam praktiknya analisis laporan keuangan perusahaan menggunakan rasio keuangan (financial ratio). Perbandingan yang Dapat dilakukan adalah:

Perbandingan rasio keuangan tahun ini dibanding dengan tahun lalu.
Perbandingan rasio keuangan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain (dalam satu industri).
Perbandingan rasio keuangan perusahaan dengan rata-rata industri.

Diantaranya : PT Astra International Tbk termasuk dalam Manufaktur, sub sektor otomotif dan Komposisi. Per tanggal 10 April 2017, perusahaan-perusahaan yang terBisa dalam Industri Manufaktur, sub sektor otomotif dan Komposisi adalah:

Astra International Tbk (ASII), IPO tanggal 4 April 1990
Astra Otoparts Tbk (AUTO), IPO tanggal 15 Juni 1998
Garuda Metalindo Tbk (BOLT), IPO tanggal 7 Juli 2015
Indo Kordsa TBK (BRAM) dahulu PT Brantha Mulia Tbk, IPO tanggal 5 September 1990
Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), IPO tanggal 1 Desember 1980
Gajah Tunggal Tbk (GJTL), IPO tanggal 8 Mei 1990
Indomobil Sukses International (IMAS), IPO tanggal 15 September 1993
Indospring Tbk (INDS), IPO tanggal 10 Agustus 1990
Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN), IPO tanggal 5 Februari 1990
Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), IPO tanggal 9 Juni 2005
Nipress Tbk (NIPS), IPO tanggal 24 Juli 1991
Prima Alloy Steel Universal Tbk (PRAS), IPO tanggal 12 Juli 1990
Selamat Sempurna Tbk (SMSM), IPO tanggal 9 September 1996

Informasi mengenai sektor dan subsektor yang ada di Bursa Efek Indonesia

Sektor Pertanian

Sub sektor tanaman pangan
Sub sektor perkebunan
Sub sektor peternakan
Sub sektor perikanan
Sub sektor kehutanan
Sub sektor lainnya

Sektor Pertambangan

Sub sektor pertambangan batubara
Sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi
Sub sektor pertambangan logam dan mineral lainnya
Sub sektor pertambangan batu-batuan
Sub sektor pertambangan lainnya
/fusion_tabfusion_tab title=”Sektor Manufaktur” icon=”fa-asterisk”

Sektor Industri Dasar dan Kimia

Sub sektor semen
Sub sektor keramik, porselen dan kaca
Sub sektor logam dan Samanya
Sub sektor kimia
Sub sektor plastik dan kemasan
Sub sektor pakan ternak
Sub sektor kayu dan pengolahannya
Sub sektor pulp dan kertas
Sub sektor lainnya

Sektor Aneka Industri

Sub sektor mesin dan alat berat
Sub sektor otomotif dan Komposisinya
Sub sektor tekstil dan garmen
Sub sektor alas kaki
Sub sektor kabel
Sub sektor elektronika
Sub sektor lainnya

Sektor Industri Barang Konsumsi

Sub sektor makanan dan minuman
Sub sektor rokok
Sub sektor farmasi
Sub sektor kosmetik dan barang keperluan rumah tangga
Sub sektor peralatan rumah tangga
Sub sektor lainnya

Sektor Properti, Real Estate dan Konstruksi Bangunan

Sub sektor properti dan real estate
Sub sektor konstruksi bangunan
Sub sektor lainnya

Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi

Sub sektor energi
Sub sektor jalan tol, pelabuhan, b Kalian ra dan Samanya
Sub sektor telekomunikasi
Sub sektor transportasi
Sub sektor konstruksi non bangunan
Sub sektor lainnya

Sektor Keuangan

Sub sektor bank
Su b sektor lembaga pembiayaan
Sub sektor perusahaan efek
Sub sektor asuransi
Sub sektor reksa dana
Sub sektor lainnya

Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi

Sub sektor perdagangan besar (barang produksi dan barang konsumsi)
Sub sektor perdagangan eceran
Sub sektor restoran, hotel dan pariwisata
Sub sektor advertising, printing dan media
Sub sektor kesehatan
Sub sektor jasa komputer dan perangkatnya
Sub sektor perusahaan investasi
Sub sektor lainnya

Rasio-rasio keuangan yang Kerap digunakan dalam menganalisis laporan keuangan, adalah:

Internal Liquidity

Beragam rasio terkait dengan internal liquidity:

Current ratio
Quick ratio
Cash ratio
Receivable turnover
Average receivable collection period
Inventory turnover
Average inventory processing period
Payables turnover
Payables payment period
Cash conversion cycle

Operating Performance

Macam rasio terkait dengan operating performance:

Gross profit margin
Operating profit margin
Net profit margin
Return on equity (ROE)
Return on asset (ROA)
Total assets turnover
Working capital turnover
Working capital to total assets ratio
Basic earning power

Leverage

Beragam rasio terkait dengan leverage:

Debt to equity ratio
Debt to asset ratio
Long term debt to equity ratio
Long term debt to total capital
Interest coverage

Growth

Beragam rasio terkait dengan growth:

Net income
Total assets
Net sales
Net worth
Firm’s

Per Share Data

Contoh rasio terkait dengan per share data:

Earning per share (EPS)
EBITDA per share
Book value per share (BVPS)
Dividend per share
Free cash flow per share

Analisis Laporan Keuangan

Beragam hal yang perlu Kamu ketahui untuk melakukan analisis laporan keuangan perusahaan:

Data laporan keuangan perusahaan ( Kita Dapat download dari Contoh sumber, salah satunya adalah website perusahaan).
Lakukan analisis rasio dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Bandingkan rasio keuangan perusahaan dengan perusahaan Sejenis dan rata-rata industri.

Menerka Laporan Keuangan

Bagaimana Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan?
Seperti yang Kalian ketahui bahwa Seorang investor Bisa mengetahui kondisi kesehatan keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis keuangan. Dalam praktiknya analisis laporan keuangan perusahaan menggunakan rasio keuangan (financial ratio). Perbandingan yang Dapat dilakukan adalah:

Perbandingan rasio keuangan tahun ini dibanding dengan tahun lalu.
Perbandingan rasio keuangan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain (dalam satu industri).
Perbandingan rasio keuangan perusahaan dengan rata-rata industri.

Misal : PT Astra International Tbk termasuk dalam Manufaktur, sub sektor otomotif dan Komponen . Per tanggal 10 April 2017, perusahaan-perusahaan yang terBisa dalam Industri Manufaktur, sub sektor otomotif dan Komposisi adalah:

Astra International Tbk (ASII), IPO tanggal 4 April 1990
Astra Otoparts Tbk (AUTO), IPO tanggal 15 Juni 1998
Garuda Metalindo Tbk (BOLT), IPO tanggal 7 Juli 2015
Indo Kordsa TBK (BRAM) dahulu PT Brantha Mulia Tbk, IPO tanggal 5 September 1990
Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), IPO tanggal 1 Desember 1980
Gajah Tunggal Tbk (GJTL), IPO tanggal 8 Mei 1990
Indomobil Sukses International (IMAS), IPO tanggal 15 September 1993
Indospring Tbk (INDS), IPO tanggal 10 Agustus 1990
Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN), IPO tanggal 5 Februari 1990
Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), IPO tanggal 9 Juni 2005
Nipress Tbk (NIPS), IPO tanggal 24 Juli 1991
Prima Alloy Steel Universal Tbk (PRAS), IPO tanggal 12 Juli 1990
Selamat Sempurna Tbk (SMSM), IPO tanggal 9 September 1996

Informasi mengenai sektor dan subsektor yang ada di Bursa Efek Indonesia

Sektor Pertanian

Sub sektor tanaman pangan
Sub sektor perkebunan
Sub sektor peternakan
Sub sektor perikanan
Sub sektor kehutanan
Sub sektor lainnya

Sektor Pertambangan

Sub sektor pertambangan batubara
Sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi
Sub sektor pertambangan logam dan mineral lainnya
Sub sektor pertambangan batu-batuan
Sub sektor pertambangan lainnya
/fusion_tabfusion_tab title=”Sektor Manufaktur” icon=”fa-asterisk”

Sektor Industri Dasar dan Kimia

Sub sektor semen
Sub sektor keramik, porselen dan kaca
Sub sektor logam dan Samanya
Sub sektor kimia
Sub sektor plastik dan kemasan
Sub sektor pakan ternak
Sub sektor kayu dan pengolahannya
Sub sektor pulp dan kertas
Sub sektor lainnya

Sektor Aneka Industri

Sub sektor mesin dan alat berat
Sub sektor otomotif dan Komposisinya
Sub sektor tekstil dan garmen
Sub sektor alas kaki
Sub sektor kabel
Sub sektor elektronika
Sub sektor lainnya

Sektor Industri Barang Konsumsi

Sub sektor makanan dan minuman
Sub sektor rokok
Sub sektor farmasi
Sub sektor kosmetik dan barang keperluan rumah tangga
Sub sektor peralatan rumah tangga
Sub sektor lainnya

Sektor Properti, Real Estate dan Konstruksi Bangunan

Sub sektor properti dan real estate
Sub sektor konstruksi bangunan
Sub sektor lainnya

Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi

Sub sektor energi
Sub sektor jalan tol, pelabuhan, b Kitara dan Setipe nya
Sub sektor telekomunikasi
Sub sektor transportasi
Sub sektor konstruksi non bangunan
Sub sektor lainnya

Sektor Keuangan

Sub sektor bank
Su b sektor lembaga pembiayaan
Sub sektor perusahaan efek
Sub sektor asuransi
Sub sektor reksa dana
Sub sektor lainnya

Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi

Sub sektor perdagangan besar (barang produksi dan barang konsumsi)
Sub sektor perdagangan eceran
Sub sektor restoran, hotel dan pariwisata
Sub sektor advertising, printing dan media
Sub sektor kesehatan
Sub sektor jasa komputer dan perangkatnya
Sub sektor perusahaan investasi
Sub sektor lainnya

Rasio-rasio keuangan yang Kerap digunakan dalam menganalisis laporan keuangan, adalah:

Internal Liquidity

Beragam rasio terkait dengan internal liquidity:

Current ratio
Quick ratio
Cash ratio
Receivable turnover
Average receivable collection period
Inventory turnover
Average inventory processing period
Payables turnover
Payables payment period
Cash conversion cycle

Operating Performance

Contoh rasio terkait dengan operating performance:

Gross profit margin
Operating profit margin
Net profit margin
Return on equity (ROE)
Return on asset (ROA)
Total assets turnover
Working capital turnover
Working capital to total assets ratio
Basic earning power

Leverage

Contoh rasio terkait dengan leverage:

Debt to equity ratio
Debt to asset ratio
Long term debt to equity ratio
Long term debt to total capital
Interest coverage

Growth

Beragam rasio terkait dengan growth:

Net income
Total assets
Net sales
Net worth
Firm’s

Per Share Data

Macam rasio terkait dengan per share data:

Earning per share (EPS)
EBITDA per share
Book value per share (BVPS)
Dividend per share
Free cash flow per share

Analisis Laporan Keuangan

Beragam hal yang perlu Kita ketahui untuk melakukan analisis laporan keuangan perusahaan:

Data laporan keuangan perusahaan ( Kalian Dapat download dari Beragam sumber, salah satunya adalah website perusahaan).
Lakukan analisis rasio dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Bandingkan rasio keuangan perusahaan dengan perusahaan Setipe dan rata-rata industri.

Cara Cek Saldo JHT via SMS

Bagaimana cara mengecek saldo jaminan hari tua atau JHT BPJS Ketenagakerjaan? Kali ini saya akan membahas cara-cara mengecek saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan.

Cara Mengecek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan
Pemerintah Indonesia punya program jaminan hari tua atau dikenal dengan istilah JHT yang diperuntukkan kepada setiap Warga Negara Indonesia. Program JHT ini masuk ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Beda lho ya, antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Pemerintah mewajibkan seluruh perusahaan, untuk mengikutsertakan karyawannya dalam program JHT BPJS Ketenagakerjaan. Program JHT BPJS Ketenagakerjaan ini memberikan manfaat uang tunai hasil akumulasi iuran dan hasil pengembangannya yang akan dibayarkan sekaligus jika peserta mencapai usia pensiun (56 tahun), meninggal dunia atau cacat total tetap.
Setiap bulannya, pendapatan Anda akan dipotong sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sekitar 2%. Sisanya 3,7% akan dibayarkan oleh perusahaan. Jadi jumlah besarnya iuran BPJS Ketenagakerjaan adalah 5,70%. Iuran tersebut dikumpulkan dan dikelola oleh BPJS Ketenagekerjaan dalam investasi. Jadi jangan khawatir, uang Anda di BPJS Ketenagakerjaan akan bertumbuh.
Pertanyannya apakah Anda tahu saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Anda sekarang ini? Biasanya BPJS akan memberikan laporan tertulis mengenai rincian saldo JHT Anda. Selain itu ada 5 cara untuk mengecek saldo Anda:
1. Mengecek Saldo JHT melalui SMS
2. Mengecek Saldo JHT melalui Aplikasi Smartphone
3. Mengecek Saldo JHT melalui ATM
4. Mengecek Saldo JHT melalui Website (Online)
5. Mengecek Saldo JHT di Kantor BPJS Ketenagakerjaan
Mengecek Saldo JHT melalui SMS
Teknologi yang paling gampang adalah SMS. Ternyata SMS selain berguna untuk mengirim pesan, juga dapat digunkan untuk mengecek saldo JHT BPJS.
Jika Anda belum terdaftar dalam layanan cek saldo, maka Anda harus melakukan registrasi awal.
Ketik: REG # NoJamsostek/BPJS # Tanggal lahir # Nama Ibu Kandung kirim ke 2757 (update tahun 2016).
Contoh REG#02D00065455#230384#musdalifah kirim ke 08111009696

Anda akan mendapat sms balasan yang isinya Anda telah terdaftar dalam layanan cek SALDO. Anda juga akan diberitahukan cara mengecek saldo JHT melalui SMS.
TERIMA KASIH TELAH MENDAFTAR DAN NO ID ANDA 123456789. UNTUK MENGETAHUI SALDO ANDA, KETIK SALDO#ID_ANDA

Jika Anda sudah terdaftar, Anda hanya mengirimkan pesan dengan format
Ketik: SALDO#ID_anda kirim ke 08111009696
contoh SALDO#123456789 kirim ke 2757

Anda akan menerima balasan seperti ini:
SALDO JHT ANDA NO. ID 123456789 S.D 30 01 2016 RP.15.000.000
Artinya saldo dengan ID 123456789 sampai dengan tanggal 30 bulan 01 tahun 2016 ialah sebesar 15.000.000 Rupiah
Info Selengkapnya cek disini

Sudah Miliki Efin, Begini Cara Memilikinya

Apakah Kamu Sudah Memiliki EFIN (Electronic Filling Identification Number)? Itu lho, nomor Khas yang harus Anda miliki untuk melaporkan pajak dengan e-filling. Pelaporan pajak per tahun pajak 2016 harus Sudah menggunakan e-filling. Oleh sebab itu Kalian harus segera membikin EFIN.

Apa Itu EFIN? Cara Mendapatkan EFIN Pajak?
Saat ini misalkan wujud nyata dalam peran serta warga negara dalam pembangunan bangsa yaitu dengan taat membayar pajak. Dalam sistem pemungutan pajak ini, maka warga negara yang taat di kudukan untuk dapat memperhitungkan, membayar serta melaporkan pajak atas penghasilan yang didapat dalam satu tahun pajak tersebut.
wajib perpajakan setiap tahunnya diakhiri dengan meng mesti kan mesti pajak (baik pribadi maupun badan usaha) untuk melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan yang harus dilakukan mesti pajak paling lambat akhir bulan Maret tahun berikutnya untuk mesti pajak pribadi dan akhir bulan April tahun berikutnya bagi wajib pajak badan usaha.
Dengan begitu kita ketahui bahwa meskipun pajak telah dihitung dan dibayarkan oleh mekanisme pemotongan yang dilakukan oleh pihak lain, tetap saja mesti pajak kudu tetap melaporkan pajaknya. Setiap tahunnya orang banyak datang dan mengantri di KPP (Kantor Pelayanan Pajak) untuk melaporkan pajak tahunannya, dengan melihat keadaan seperti ini maka pemerintah menawarkan cara yang lebih gampang dilakukan kudu pajak dalam melaporkan pajak tahunannya yaitu dengan e-Filling.
Pada pelaporan SPT Tahunan tahun 2015 yang dilaporkan di 2016, pemerintah melalui KPP masing-masing Sudah banyak menghimbau dan memperkenalkan pelaporan pajak secara online. Hal tersebut terlihat dengan disediakannya bantuan di KPP untuk membantu para kudu pajak dalam melakukan pelaporan secara online malalui e–Filling.

saat ini ini pemerintah mesti para wajib pajaknya untuk melaporkan pajaknya secara online saja, karena pelaporan melalui e-Filling dirasa mudah untuk dilakukan, selain itu kudu pajak juga tidak usah repot-repot datang ke KPP dan mengantri panjang serta membuang waktu hanya untuk melaporkan pajak tahunannya. Lagipula pelaporan melalui e-Filling juga dirasa aman dan tidak dapat diakses oleh pihak lain. Namun sebelum pada pengisian SPT Tahunan dengan menggunakan e-Filling, mesti pajak di kudukan untuk mendaftarkannya terlebih dahulu dengan harus memiliki EFIN terlebih dahulu.

Apa itu EFIN Pajak?
EFIN (akronim dari Electronic Filling Identification Number) adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak agar kudu pajak dapat melakukan transaksionline (misalnya: e-Filling). Dengan adanya EFIN, maka mesti pajak pribadi dapat melaporkan SPT Tahunannya secara online serta aman dan rahasia.

Bagaimana cara Memperoleh EFIN untuk mesti Pajak Pribadi?
sesudah men-download formulir EFIN, maka isilah formulir tersebut pada bagian identitas mesti pajak dikarenakan pengisian ini diperuntukkan bagi kudu pajak pribadi dan kosongkan pada bagian EFIN, isi pula bagian telepon seluler dan alamat email aktif, dikarenakan konfirmasi EFIN akan dikirimkan kepada alamat email terdaftar.
Formulir EFIN tersebut tidak hanya dapat diperoleh melalui internet saja namun formulir EFIN ini dapat diperoleh dengan kudu pajak datang ke KPP terdekat / KPP terdaftar masing-masing mesti pajak dan mintalah formulir ini ke bagian pelayanan.
#2 Ajukan formulir EFIN dan dokumen lainnya yang dibutuhkan ke KPP terdekat
setelah melengkapi formulir tersebut kudu pajak cukup datang ke KPP terdekat untuk Mendapatkan EFIN, bagi mereka yang tidak dapat datang sendiri ke KPP untuk meminta EFIN dan diwakilkan oleh orang lain dalam permintaan EFIN-nya, maka kudu pajak tersebut mesti membuat surat kuasa dan Kamu tangankan diatas materai. Dokumen yang harus dibawa saat meminta EFIN:
• Formulir EFIN yang telah diisi lengkap dan ditKamu tangan.
• Alamat email aktif
• Fotokopi dan asli KTP
• Fotokopi dan asli NPWP
• Surat kuasa khusus (bagi wajib pajak yang dalam permintaan EFIN-nya diwakilkan)
Bagi karyawan suatu perusahaan, selain mengajukan EFIN secara pribadi, bisa mengajukan EFIN secara kolektif. Bagi karyawan yang ingin mengajukan EFIN secara kolektif, berikut syaratnya:
• Karyawan yang mengajukan EFIN pajak harus lebih dari 20 orang.
• Nama karyawan tersebut harus tercantum dalam SPT PPh 21 di perusahaan tersebut.
• Saat pengaktifan EFIN, karyawan dimesti kan untuk datang dan mengaktifkannya sendiri.

#3 Aktivasi EFIN yang Telah Didapat
setelah kita memegang kertas EFIN yang didapat dari KPP, maka aktivasilah EFIN tersebut dengan masuk ke djponline.pajak.go.id. sesudah berhasil mengaktivasi maka cek email (yang didaftarkan pada formulir permintaan EFIN), karena akan dikirimkan aktivasi dengan password sementara.

Bagaimana cara Mendapatkan EFIN untuk wajib Pajak Badan?
#1 Download dan isi formulir EFIN
Sama halnya dengan mesti pajak pribadi, kudu pajak badan pun memerlukan dalam permintaan EFIN, namun dalam hal wajib pajak badan hanya perlu menunjuk misalkan pengurus untuk mewakilkan badan atau perusahaan tersebut dalam Mendapatkan EFIN. Pengurus yang ditunjuk. setelah itu download formulir EFIN tersebut dan isi lengkap data wajib pajak badan atau perusahaan pada identitas kudu pajak dan isikan identitas wakil dari perusahaan tersebut pada identitas wakil mesti pajak, jangan lupa untuk melengkapi telepon seluler dan alamat email aktif, serta tambahkan cap perusahaan sebelum Kamu tangani.

#2 Ajukan formulir EFIN dan dokumen lainnya yang dibutuhkan ke KPP Terdekat
Pengurus yang dipilih perusahaan untuk menjadi wakil hanya cukup datang ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) tempat kudu pajak badan atau perusahaan terdaftar.
Ada beberapa dokumen yang harus dibawa selain formulir dari EFIN itu sendiri, yaitu:
• Fotokopi dan asli kartu NPWP dan SKT (Surat Keterangan Terdaftar) wajib pajak badan tersebut.
• Fotokopi dan asli kartu NPWP dan SKT pengurus yang ditunjuk sebagai wakil.
• Kartu identitas diri pengurus (KTP)
• Surat kuasa yang menunjukkan pengurus yang mewakilkan wajib pajak badan atau perusahaan tersebut dalam permintaan EFIN-nya.
#3 Aktivasi EFIN yang Didapat
setelah kita memegang kertas EFIN yang didapat dari KPP, maka aktivasilah EFIN tersebut dengan masuk ke djponline.pajak.go.id.
Jangan Lupa Urus EFIN Pajak, Sebelum Masa Pelaporan Pajak
Segera urus EFIN Pajak Kalian , agar pelaporan pajak menjadi lebih gampang. sekarang melaporkan pajak penghasilan individu jauh lebih gampang dengan adanya teknologi. Jangan lupa share atau bagikan informasi ini kepada teman-teman kerja Anda, agar mereka juga tahu mengenai cara Mendapatkan EFIN dan e-Filling Pajak.

Menganalisis Reksa Dana Saham Dengan Bareksa

Bagaimana cara menentukan reksa dana saham? Berikut ini perencana keuangan independen saya akan membahas salah satu cara memilih reksa dana saham dengan menggunakan rating atau barometer investasi.

Bagaimana Cara menentukan Reksa Dana Saham?
Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh investor awam di reksa dana merupakan , bagaiaman cara memilih reksa dana saham? Pertanyaan itu yaitu pertanyaan yang sangat wajar, karena di Indonesia ter bisa lebih dari 120 produk reksa dana saham.

Sebelum membahas mengenai pemilihan produk investasi reksa dana, kami sarankan bagi investor pemula bagi : mempelajari terlebih dahulu cara kerja investasi reksa dana, istilah-istilah yang digunakan dalam investasi reksa dana, peraturan dalam jam transaksi reksa dana, mengecek profil risiko dan berinvestasilah sesuai dengan rencana keuangan.
menentukan Reksa Dana Saham dengan Menganalisis Grafik
Dalam artikel ini, kami akan jelaskan menggunakan beberapa tools atau fitur yang terdapat di dalam website Bareksa.com. Silahkan daftar terlebih dahulu sebagai member Bareksa.com, agar Anda dapat lebih leluasa mengakses fitur-fitur quick scanning berikut ini.

Idealnya sebagai seorang investor reksa dana, kita perlu memahami performansi atau kinerja reksa dana saham yang ingin kita beli. Salah satu cara memantaunya yaitu dengan memperhatikan grafik kinerja produk tersebut selama 3 – 5 tahun. Kemudian kita lihat trend, apakah kecenderungannya meningkat atau menurun.
Dalam artikel ini kami akan menyebutkan contoh produk reksa dana. Contoh yang kami gunakan tidak bisa dijadikan saran investasi apapun. Kami gunakan contoh reksa dana tersebut, sebagai sarana edukasi.

Contoh: Reksa Dana Saham – Dana Pratama Ekuitas

Berdasarkan grafik di atas, bisa dilihat mulai dari Juli 2011 sampai dengan Juli 2015, kinerja Dana Pratama Ekuitas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada akhir tahun 2015, kinerjanya sempat mengalami penurunan. Pada awal tahun 2016, reksa dana saham Dana Pratama Ekuitas mulai mengalami rebound dan kinerja menjadi lebih baik. Selain itu, sebagai investor kita juga bisa mengecek fund fact sheet dan prospektus reksa dana.

Melakukan penentuan dengan Cepat (Quick Scanning)
Banyak investor awam, yang merasa kami masih kurang pede dengan penilaian dan cara membaca grafik kami. Apakah ada cara yang lebih mudah bagi memilih reksa dana saham (quick scanning)? Jawabannya ada. Anda dapat mempertimbangkan fitur rating yang dimiliki Bareksa.com dan Morningstar.com. Keduanya website tersebut memiliki metode penilaian, produk-produk reksa dana.

Mengenal PPh Pasal 21, 23 dan PPN

Apakah Kamu tahu perbedaan antar PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 dan PPN? Kali ini Saya akan hadir untuk mem mengulas dan mengulas materi tersebut untuk Kamu. Selamat membaca!

Memahami PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 dan PPN
Sering kita mendengar istilah yang bernama PPh 21, PPh 23 maupun PPN dalam bidang perpajakan. Untuk masyarakat yang tidak bekerja seperti ibu rumah tangga, anak-anak atau orang lainnya mungkin terdengar asing. Namun untuk mereka para karyawan maupun pengusaha, hal tersebut sudah tidak asing lagi didengar. Walaupun tidak asing didengar, baik karyawan perusahaan maupun pengusaha, tidak semua dari mereka mengerti benar apa itu PPh 21, PPh 23 dan PPN. Mari mengulas sedikit tentang apa itu PPh 21, PPh 23 maupun PPN!

PPh 21 (Pajak Penghasilan)
PPh 21, menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak (PER-32/PJ/2015) yakni pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun yang sehubungan dengan pekerjaan, atau jabatan, jasa dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri.
Yang menjadi subjek pajak PPh 21 merupakan orang yang dikenakan pajak atas penghasilannya atau penerima penghasilan yang dipotong PPh 21. Ada beberapa kategori yang dikenakan PPh 21 seperti: pegawai, bukan pegawai, penerima pensiun maupun pesangon, anggota dewan komisaris, mantan pekerja dan peserta kegiatan.
Dalam PPh 21 juga dikenal dengan istilah DPP (Dasar Pengenaan Pajak). DPP merupakan dasar pengenaan pajak yang diperoleh dari penghasilan kena pajak dari wajib pajak penerima penghasilan.
Mengenal Pajak Bunga Deposito dan Cara Perhitungannya yang Benar
Mari lihat sedikit dengan menerapkan contoh:
Bapak Allan bekerja di Bank AB dengan gaji per bulannya Rp10 juta, dan dia baru bekerja mulai dari bulan Maret sampai dengan Desember 2016. Dikarenakan belum genap 1 tahun bekerja, maka Bapak Allan belum mendapatkan THR. Bapak Allan juga disini belum menikah (TK/0) dan tidak memiliki NPWP.

Perhitungan PPh 21:
Gaji Setahun = 10 x Rp10.000.000 = Rp100.000.000
Biaya Jabatan = 5% x Rp100.000.000 = Rp5.000.000
Penghasilan Netto = Rp100.000.000 – Rp5.000.000 = Rp95.000.000
PTKP (TK/0) belum menikah dan tidak memiliki tanggungan = Rp54.000.000
Penghasilan Kena Pajak = Rp94.000.000 – Rp54.000.000 = Rp41.000.000

Harga PPh 21:
fusion_table
Penghasilan Harga
sampai Rp50.000.000 5%
Rp50.000.000 – Rp250.000.000 15%
Rp 250.000.000 – Rp500.000.000 25%
diatas Rp500.000.000 30%
/fusion_table

PPh 21 dalam kasus diatas = Rp41.000.000 x 5% = Rp2.050.000
Bapak Allan tidak memiliki NPWP maka Untuk yang tidak memiliki NPWP dikenakan Harga 20% lebih tinggi (Rp2.050.000 x 20%) = Rp410.000, sehingga PPh 21 yang dikenakan kepada Bapak Allan yaitu sebesar Rp2.050.000 + Rp410.000 yaitu Rp2.460.000 per tahun.
PPh 23 (Pajak Penghasilan)
Menurut Direktorat Jenderal Pajak, Pajak Penghasilan 23 (PPh 23) adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong oleh PPh pasal 21. umumnya penghasilan PPh 23 terjadi saat adanya transaksi antara 2 pihak, yaitu pihak yang menerima penghasilan atau penjual atau pemberi jasa yang dikenakan PPh pasal 23. Pihak pemberi penghasilan atau pembeli atau penerima jasa akan memotong atau melaporkan PPh 23. Sebagai t Kamu bahwa PPh 23 sudah dipotong, pihak pemotong harus memberikan bukti potong. Pelaporan PPh 23 dilakukan oleh pihak pemotong dengan cara menyampaikan SPT Masa PPh 23.
Harga PPh 23 dikenakan atas nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau jumlah bruto dari penghasilan. Beberapa contoh Tarif nya:
1. Harga 15% dari jumlah bruto atas:
o Dividen, kecuali pem Untukan dividen terhadap orang pribadi dikenakan final.
o Hadiah dan penghargaan, selain yang dipotong PPh 21.
2. Tarif 2% dari jumlah bruto atas sewa dan penghasilan lain yang berkaitan dengan penggunaan harta kecuali sewa tanah dan atau bangunan.
3. Tarif 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi dan jasa konsultan.
4. Tarif 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa lainnya yang diuraikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 141/PMK.03/2015.
5. Jumlah bruto adalah seluruh jumlah penghasilan yang dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah, subjek pajak dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya.

PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
PPN (Pajak Pertambahan Nilai) itu sendiri yakni pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. PPN merupakan jenis pajak tidak langsung, maksudnya pajak ini disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan penanggung pajak, atau dengan kata lain konsumen akhir tidak langsung menyetorkan pajak yang dia tanggung.

Objek Pajak PPN (Pajak Pertambahan Nilai):
1. Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha.
2. Impor Barang Kena Pajak.
3. Pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean.
4. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak tidak berwujud dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean.
5. Ekspor Barang Kena Pajak berwujud atau tidak berwujud dan Ekspor Jasa Kena Pajak oleh PKP (Pengusaha Kena Pajak).

Tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai):
1. Harga PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah 10%
2. Harga PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah 0% diterapkan atas:
o Ekspor Barang Kena Pajak berwujud.
o Ekspor Barang Kena Pajak tidak berwujud.
o Ekspor Jasa Kena Pajak.
Pengusaha kena pajak sebagai pihak yang menyetor dan melaporkan PPN.
PKP (Pengusaha Kena Pajak) yakni pihak yang wajib menyetor dan melaporkan PPN setiap akhir bulan pada bulan berikutnya yang terhutang pajak (PPN Januari dibayarkan atau dilaporkan paling lambat akhir bulan pada bulan Februari).
Sesuai dengan ketentuan PMK No.197/PMK.03/2013, suatu perusahaan atau seorang pengusaha ditetapkan sebagai PKP bila transaksi penjualannya melampaui Rp4,8 miliar dalam setahun. Jika pengusaha tidak dapat mencapai transaksi dengan jumlah Rp4,8 miliar dalam satu tahun, maka pengusaha tersebut dapat langsung mencabut permohonan pengukuhan sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak).
Dengan menjadi PKP, pengusaha wajib memungut, menyetor dan melaporkan PPN yang terutang. Dalam perhitungan PPN yang wajib disetor oleh PKP, ada yang disebut dengan pajak keluaran dan pajak masukan.
• Pajak Keluaran: PPN yang dipungut ketika PKP menjual produknya.
• Pajak Masukan: PPN yang dibayarkan ketika PKP membeli, memperoleh, maupun membuat produknya.
Mari bahas sedikit mengenai perhitungan PPN:
PT XXX sudah dikukuhkan sebagai PKP (pengusaha Kena Pajak) dan pada bulan Januari dia menjual barang kepada PT ZZZ yang sudah dikukuhkan sebagai PKP pula sebesar Rp100.000.000, namun pada bulan yang sama PT XXX juga membeli kain untuk dia olah sebelum dijual menjadi baju kepada CV AAA dengan total pembelian kain Rp75.000.000.
Pajak Keluaran = Rp100.000.000 x 10% = Rp10.000.000
Pajak Masukan = Rp75.000.000 x 10% = Rp7.500.000
Dalam pelaporan PPN PT XXX maka PPN yang harus dibayarkan adalah Rp10.000.000, namun dikarenakan PPN masukan telah dibayarkan (sudah dikreditkan) sebesar Rp7.500.000, maka PPN yang ditanggung PT XXX pada bulan Januari yaitu sebesar Rp2.500.000
PT XXX juga harus membayar PPN yang terutang sebesar Rp2.500.000 dan melaporkannya paling lambat akhir bulan pada bulan Febuari.

Pelajari & Taati Pajak
Setelah paham bermacam tata cara pemenuhan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia yang baik, taatilah pembayaran pajak dan setorkan pajak Kalian serta laporkan SPT-nya.

Contoh Laporan Keuangan : Laporan Laba Rugi, Neraca, serta Cara Bacanya

Bagaimana Cara Menganalisis Contoh Laporan Keuangan Perusahaan?
Seperti yang Anda ketahui bahwa Seorang investor Dapat mengetahui kondisi kesehatan keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis keuangan. Dalam praktiknya analisis laporan keuangan perusahaan menggunakan rasio keuangan (financial ratio). Perbandingan yang Dapat dilakukan adalah:

Perbandingan rasio keuangan tahun ini dibanding dengan tahun lalu.
Perbandingan rasio keuangan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain (dalam satu industri).
Perbandingan rasio keuangan perusahaan dengan rata-rata industri.

Misal : PT Astra International Tbk termasuk dalam Manufaktur, sub sektor otomotif dan Komponen . Per tanggal 10 April 2017, perusahaan-perusahaan yang ter Dapat dalam Industri Manufaktur, sub sektor otomotif dan Komposisi adalah:

Astra International Tbk (ASII), IPO tanggal 4 April 1990
Astra Otoparts Tbk (AUTO), IPO tanggal 15 Juni 1998
Garuda Metalindo Tbk (BOLT), IPO tanggal 7 Juli 2015
Indo Kordsa TBK (BRAM) dahulu PT Brantha Mulia Tbk, IPO tanggal 5 September 1990
Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), IPO tanggal 1 Desember 1980
Gajah Tunggal Tbk (GJTL), IPO tanggal 8 Mei 1990
Indomobil Sukses International (IMAS), IPO tanggal 15 September 1993
Indospring Tbk (INDS), IPO tanggal 10 Agustus 1990
Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN), IPO tanggal 5 Februari 1990
Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), IPO tanggal 9 Juni 2005
Nipress Tbk (NIPS), IPO tanggal 24 Juli 1991
Prima Alloy Steel Universal Tbk (PRAS), IPO tanggal 12 Juli 1990
Selamat Sempurna Tbk (SMSM), IPO tanggal 9 September 1996

Informasi mengenai sektor dan subsektor yang ada di Bursa Efek Indonesia

Sektor Pertanian

Sub sektor tanaman pangan
Sub sektor perkebunan
Sub sektor peternakan
Sub sektor perikanan
Sub sektor kehutanan
Sub sektor lainnya

Sektor Pertambangan

Sub sektor pertambangan batubara
Sub sektor pertambangan minyak dan gas bumi
Sub sektor pertambangan logam dan mineral lainnya
Sub sektor pertambangan batu-batuan
Sub sektor pertambangan lainnya
/fusion_tabfusion_tab title=”Sektor Manufaktur” icon=”fa-asterisk”

Sektor Industri Dasar dan Kimia

Sub sektor semen
Sub sektor keramik, porselen dan kaca
Sub sektor logam dan Samanya
Sub sektor kimia
Sub sektor plastik dan kemasan
Sub sektor pakan ternak
Sub sektor kayu dan pengolahannya
Sub sektor pulp dan kertas
Sub sektor lainnya

Sektor Aneka Industri

Sub sektor mesin dan alat berat
Sub sektor otomotif dan Komponen nya
Sub sektor tekstil dan garmen
Sub sektor alas kaki
Sub sektor kabel
Sub sektor elektronika
Sub sektor lainnya

Sektor Industri Barang Konsumsi

Sub sektor makanan dan minuman
Sub sektor rokok
Sub sektor farmasi
Sub sektor kosmetik dan barang keperluan rumah tangga
Sub sektor peralatan rumah tangga
Sub sektor lainnya

Sektor Properti, Real Estate dan Konstruksi Bangunan

Sub sektor properti dan real estate
Sub sektor konstruksi bangunan
Sub sektor lainnya

Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi

Sub sektor energi
Sub sektor jalan tol, pelabuhan, b Kitara dan Samanya
Sub sektor telekomunikasi
Sub sektor transportasi
Sub sektor konstruksi non bangunan
Sub sektor lainnya

Sektor Keuangan

Sub sektor bank
Su b sektor lembaga pembiayaan
Sub sektor perusahaan efek
Sub sektor asuransi
Sub sektor reksa dana
Sub sektor lainnya

Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi

Sub sektor perdagangan besar (barang produksi dan barang konsumsi)
Sub sektor perdagangan eceran
Sub sektor restoran, hotel dan pariwisata
Sub sektor advertising, printing dan media
Sub sektor kesehatan
Sub sektor jasa komputer dan perangkatnya
Sub sektor perusahaan investasi
Sub sektor lainnya

Rasio-rasio keuangan yang Sering digunakan dalam menganalisis laporan keuangan, adalah:

Internal Liquidity

Beragam rasio terkait dengan internal liquidity:

Current ratio
Quick ratio
Cash ratio
Receivable turnover
Average receivable collection period
Inventory turnover
Average inventory processing period
Payables turnover
Payables payment period
Cash conversion cycle

Operating Performance

Beragam rasio terkait dengan operating performance:

Gross profit margin
Operating profit margin
Net profit margin
Return on equity (ROE)
Return on asset (ROA)
Total assets turnover
Working capital turnover
Working capital to total assets ratio
Basic earning power

Leverage

Beragam rasio terkait dengan leverage:

Debt to equity ratio
Debt to asset ratio
Long term debt to equity ratio
Long term debt to total capital
Interest coverage

Growth

Contoh rasio terkait dengan growth:

Net income
Total assets
Net sales
Net worth
Firm’s

Per Share Data

Macam rasio terkait dengan per share data:

Earning per share (EPS)
EBITDA per share
Book value per share (BVPS)
Dividend per share
Free cash flow per share

Analisis Laporan Keuangan

Contoh hal yang perlu Kamu ketahui untuk melakukan analisis laporan keuangan perusahaan:

Data laporan keuangan perusahaan ( Kalian Bisa download dari Contoh sumber, salah satunya adalah website perusahaan).
Lakukan analisis rasio dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Bandingkan rasio keuangan perusahaan dengan perusahaan Sejenis dan rata-rata industri.