20 Penyebab Kegagalan Berdasarkan Analisis Napoleon Hill

Apakah penyebab kegagalan berdasarkan analisis Napoleon Hill? Tidak ada seorangpun yang ingin mengalami kegagalan, walaupun kegagalan itu sendiri “dihadirkan” untuk menjadi pil pahit pemicu semangat meraih suatu kesuksesan dalam suatu tangga keberhasilan. Namun, apa saja yang menjadi penyebab kegagalan, terutama faktor intern dalam diri kita sendiri sebagai seorang entrepreneur agar dapat meminimasi kesalahan sehingga mampu meraih kesuksesan? Berikut ini, beberapa penyebab kegagalan tersebut akan dipaparkan oleh saya melalui artikel berikut ini. Selamat membaca dan terinspirasi!

Sukses Impian Setiap Orang

Setiap orang pasti ingin berhasil dan mencapai kesuksesan, tetapi banyak yang mengalami kegagalan karena menganggap keberhasilan hanya bisa dinikmati oleh mereka yang kaya dan pintar. Apakah pemikiran Anda selemah itu? Setiap manusia diberikan banyak jalan agar sukses dalam hidupnya, terutama dalam hal kemakmuran dan penghasilan. Hanya saja, banyak orang tidak sadar sudah menggagalkan dirinya sendiri.

Berdasarkan penelitian , 60% dari semua bisnis baru tidak mencapai usia 6 tahun (Business; Griffin & Ebert). Sebuah artikel dari Kompas.com mengungkapkan fakta bahwa hanya 1 dari 4 bisnis yang dirintis dapat bertahun selama 15 tahun lebih. Kebanyakan dari pebisnis gagal di 5 tahun pertama.

Tragedi yang paling besar dalam kehidupan adalah mengejar kesuksesan dan berusaha dengan sungguh-sungguh, namun tetap saja mengalami kegagalan. Napoleon Hill, penulis buku Think and Grow Rich mengungkapkan melalui riset terhadap beberapa ribu pria dan wanita, dimana 98% diantaranya diklarifikasi sebagai “orang gagal”. Berikut ini, beberapa penyebab utama kegagalan dalam melakukan wirausaha yang akan diringkas melalui rubrik berikut ini oleh saya

#1 Latar Belakang Keturunan yang Tidak Menguntungkan

Hal ini memang dipengaruhi oleh keadaan tubuh dan juga kekuatan otak dari seseorang. Namun hanya sedikit persentasenya orang yang dilahirkan dengan keadaan cacat terutama keadaan otak yang kurang mumpuni menjadi seorang pribadi yang berhasil. Hal ini memang tidak mudah untuk diperbaiki.

#2 Kurangnya rencana Hidup

Tidak ada harapan bagi mereka yang tidak memiliki tujuan utama atau sasaran pasti untuk dicapai. Napoleon menyatakan bahwa 98 dari 100 orang yang pernah ia analisis tidak memiliki tujuan hidup.

#3 Kurangnya Ambisi untuk Mencapai Sasaran di Atas Rata-rata

Orang yang tidak mau maju dalam hidup, mereka tidak akan mau untuk membayar harga dari suatu kemajuan.

#4 Pendidikan yang Tidak Cukup

Penyebab yang satu ini sebetulnya dapat diatasi dengan mudah. Pengalaman telah membuktikan bahwa orang yang paling terdidik biasanya adalah mereka yang dikenal sebagai orang yang mampu membentuk atau mendidik diri sendiri. Diperlukan lebih dari sekedar gelar sarjana untuk membuat seseorang terdidik. Orang yang berpendidikan adalah orang yang telah belajar cara mendapatkan apa saja yang ia inginkan dalam hidup tanpa melanggar hak-hak orang lain. Pendidikan berisi pengetahuan yang diterapkan secara tekun dan efektif. Orang dibayar bukan semata-mata karena apa yang ia ketahui, melainkan pengetahuan yang mereka terapkan dalam hidup.

#5 Kurangnya Disiplin Pribadi

Disiplin datang melalui pengendalian diri sendiri. Ini berarti bahwa seseorang harus dapat mengendalikan hal-hal negatif dalam dirinya. Sebelum Anda mengendalikan suatu keadaan, tentu saja Anda harus dapat mengendalikan diri sendiri terlebih dahulu. Penguasaan diri memang merupakan pekerjaan yang paling sulit yang harus ditangani oleh semua manusia. Apabila Anda tidak dapat menaklukan diri sendiri, maka Anda akan ditaklukkan oleh diri Anda sendiri. Memang benar kutipan yang mengatakan bahwa musuh terbesar Anda adalah diri Anda sendiri.

#6 Kesehatan yang Buruk

Kesuksesan pun tidak lepas dari kondisi kesehatan tubuh yang fit dan prima. Bayangkan seorang yang sering sakit-sakitan, apakah mampu untuk meraih kesuksesan? Banyak penyebab kesehatan buruk yang merupakan kurangnya penguasaan dan pengendalian diri sendiri, diantaranya terlalu banyak makan makanan yang merugikan kesehatan, terlalu sering berpikir yang berat, hal-hal negatif dan membuat stress dan kurangnya latihan olahraga secara rutin.

#7 Pengaruh yang Tidak Menguntungkan di Masa Anak-anak

Tahukah Anda peribahasa yang mengatakan bahwa buah jatuh tidak jauh dari buahnya? Kebanyakan orang yang mempunyai kecenderungan sebagai penjahat adalah akibat dari lingkungan yang buruk dan pergaulan yang kurang baik, terutama di masa kanak-kanak. Tentu saja ketika kita sudah ditanamkan nilai-nilai yang baik sejak kecil, belum tentu lingkungan pada masa dewasa tidak berpengaruh pada kepribadian seseorang. Sebuah kalimat mengatakan bahwa pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

#8 Suka Menunda-nunda

Ini salah satu penyebab yang biasa terjadi. Kebiasaan buruk suka menunda pekerjaan membayangi setiap orang. Setiap orang berpeluang untuk sukses namun seringkali digagalkan oleh tabiat yang satu ini. Kebanyakan dari kita, hidup sebagai orang gagal karena tidak segera menyelesaikan tugasnya. Ketika sering menunda pekerjaan, akhirnya semua hal menumpuk dan dikerjakan terburu-buru tanpa hasil maksimal. Padahal jika pekerjaan Anda diselesaikan tepat waktu, akan ada kesempatan lain untuk membidik titik sukses yang lain. Mulailah sekarang juga dan bekerja dengan alat apa saja yang dapat digunakan untuk menyelesaikan tugas. Jangan menunggu, jadi hentikan kebiasaan ini, sekarang juga!

#9 Kurang Tekun

Sangat mudah untuk memulai sesuatu dan mengawali suatu pekerjaan namun sangat sulit dalam menyelesaikan tugas tersebut. Kegagalan tidak pernah mengalahkan ketekunan. Lakukan terus, terus dan terus untuk memperoleh hasil yang maksimal. Jangan biarkan kegagalan membuat ketekunan kita menjadi kendor dan tidak mau berjuang untuk meraih kesuksesan.

#10 Kepribadian Negatif

Seorang yang pintar dan cerdas namun memiliki kebiasaan dan kepribadian yang negatif seperti sombong, egois dan mementingkan diri sendiri ternyata membuktikan bahwa kepribadian yang negatif tidak dapat menarik kerja sama dengan orang lain. Mungkin saja ada, namun bisa dipastikan tidak akan berlangsung lama. Belajar untuk mengikis kebiasaan dan kepribadian yang buruk agar dapat menjadi pribadi yang semakin positif serta menjadi inspirasi bagi orang lain sehingga ketika kita mampu memiliki daya tarik dari personalitas dan kepribadian kita, maka banyak orang yang mau menjadi rekan dan mau bekerja sama dengan kita.

#11 Keinginan Tak Terkendali Tanpa Adanya Pengorbanan

Intuisi berjudi mendorong jutaan orang menuju kegagalan. Bukti tentang hal ini bisa ditemukan dalam penelitian terhadap jatuhnya Wall Street pada tahun 1929, ketika berjuta-juta orang berusaha mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dengan berjudi dalam transaksi saham.

#12 Kurangnya Keyakinan dalam Mengambil Keputusan

Saat mengalami jalan buntu, sebaiknya kita berhenti ragu-ragu dan mulai bertindak. Kita juga mungkin menyadari bahwa melanjutkan hidup lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Walaupun begitu, segeralah untuk mengubah hidup dengan melepaskan perfeksionisme dan menetapkan tujuan untuk diri sendiri. Jika kita terbiasa ragu-ragu dalam mengambil keputusan, kita akan menjadi gamang menjalani hidup ini, kita akan menjadi orang yang tidak punya pendirian.

#13 Pilihan Teman Hidup yang Keliru

Memilih pasangan hidup bukanlah perkara yang mudah karena pasangan hidup adalah orang yang akan menjadi partner pendukung kita baik dalam suka maupun duka, yang akan menyokong setiap aspek hidup kita bahkan menjadi motivasi bagi usaha kita. Namun, apa jadinya ketika seseorang melakukan kesalahan dalam memilih teman hidup. Kehidupan berumah tangga juga sangat mempengaruhi masa depan seseorang dan keberhasilan yang akan diraih. Ada pendapat yang mengatakan adalah kesalahan terbesar dalam hidup seseorang adalah salah dalam memilih teman hidup.

#14 Terlalu Berhati-hati

Orang yang tidak berani mengambil risiko biasanya terpaksa menerima apa yang tersisa setelah semua orang memilih. Terlalu berhati-hati sama buruknya dengan kurang berhati-hati karena keduanya adalah keadaan ekstrem yang harus dihindari. Perlu disadari bahwa hidup pun penuh dengan unsur risiko.

#15 Pilihan Rekan Bisnis yang Keliru

Ini adalah salah satu penyebab yang paling lazim dalam berwirausaha terutama bagi Anda yang terjun dalam dunia bisnis. Pilihlah rekan bisnis yang dapat membawa Anda kepada satu kondisi yang terus belajar dan terus terinspirasi serta termotivasi untuk maju.

#16 Percaya pada Takhayul dan Berprasangka

Percaya pada takhayul merupakan salah satu bentuk rasa takut dan merupakan satu bentuk kebodohan. Orang yang sukses akan tetap membuka pikiran kepada hal-hal yang positif.

#17 Pilihan Usaha yang Keliru

Seseorang tidak akan pernah meraih sukses apabila ia melakoni suatu usaha yang sebetulnya bukan menjadi passion atau ketertarikannya. Lakukan bidang usaha Anda sesuai dengan pilihan hati Anda dan tekuni serta cintai pekerjaan yang Anda lakukan.

#18 Kurangnya Fokus terhadap Usaha

Orang yang serba bisa, biasanya kurang fokus terhadap apa yang ia kerjakan. Pusatkan pikiran pada satu tujuan yang pasti yang akan Anda raih. Disarankan untuk menyelesaikan satu per satu dari apa yang Anda kerjakan agar tetap fokus dalam pengerjaan dan penyelesaiannya.

#19 Kebiasaan Terlalu Boros

Orang yang terlalu boros tentu saja akan jauh dari pada kesuksesan dan keberhasilan. Biasakan diri untuk senang menabung secara sistematis dan teratur dengan menyisihkan persentase yang pasti dari penghasilan bulanan Anda.

#20 Kurang Modal

Ini merupakan penyebab umum kegagalan di antara mereka yang memulai bisnis untuk pertama kalinya tanpat cadangan modal yang cukup dalam mengatur roda usaha mereka.

Sumber Berita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s