Berinvestasi dengan Tutup Mata, Berapa Keuntungan Investasi Anda!

Banyak orang yang berinvestasi tanpa mengetahui apa sebenarnya keuntungan investasi. Cara berinvestasi seperti ini sering dilakukan seseorang karena tidak mau repot, padahal penting untuk terus memantau hasil investasi Anda secara berkala. Kali ini, saya akan membahas bagaimana cara mengkalkulasi keuntungan investasi Anda.

Apakah Tahu Berapa Keuntungan Investasi Kamu ?

Dewasa ini, investasi sudah bukan menjadi barang asing lagi bagi berbagai lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang sudah terliterasi keuangan dengan baik . Ada begitu banyak produk investasi yang bisa diakses oleh siapa saja di pasar. Bahkan sekarang berbagai perusahaan penyedia produk investasi sudah menyediakan produk-produk dengan modal minimal yang kecil sehingga investasi benar-benar dapat dijangkau oleh setiap lapisan masyarakat.

Produk-produk tersebut beragam dari yang paling sederhana dan sangat mudah dipahami hingga yang paling sulit dimengerti. Risiko dan return-nya pun bermacam dari yang terendah hingga yang tertinggi. Karena berbagai macam karakteristik produk investasi tersebut maka setiap investor harus mempertimbangkan dengan matang produk mana yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensinya.

Apapun produk investasi yang digunakan , tujuan utamanya tetap sama yaitu untuk mendapatkan keuntungan. Setiap investor pasti berinvestasi untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya, untuk memenuhi salah satu tujuan keuangannya seperti membeli mobil dan rumah. Bisa juga untuk mempersiapkan pendidikan anak di masa depan. Seharusnya setiap orang berinvestasi untuk satu tujuan keuangan yang jelas. Walaupun demikian pada kenyataannya banyak orang yang berinvestasi tanpa mengetahui tujuan yang jelas. Tidak ada target nominal yang ingin dicapai atau untuk apa nominal uang tersebut akan digunakan.

Namun, bagi investor yang tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas sekalipun, pasti tetap mengharapkan keuntungan dari investasi. Tidak mungkin ada investor yang ingin berinvestasi untuk mendapatkan kerugian. Hanya saja apakah Anda benar-benar memperhitungkan berapa keuntungan investasi yang Anda dapatkan? Nyatanya banyak orang yang berinvestasi secara ‘tutup mata’. Tidak penting berapa yang sudah didapatkan, yang penting saya tetap terus menyetor dana untuk investasi secara rutin setiap bulan.

Sikap seperti ini sebenarnya kurang bagus dilakukan dalam proses berinvestasi. Dengan kebiasaan seperti ini bisa saja Anda lengah dan tidak menyadari bahwa sebenarnya produk investasi yang digunakan sudah tidak lagi menjanjikan atau paling tidak, sudah tidak sesuai dengan kebutuhan Kalian .

Secara umum, produk investasi selalu bersifat fluktuatif, baik itu saham maupun logam mulia. Walaupun mungkin dalam investasi logam mulia fluktuasinya tidak se-ekstrem investasi saham. Karena itu, setiap produk investasi harus dipantau secara berkala. Anda perlu mengevaluasi kinerja produk investasi yang digunakan secara berkala, sekalipun Anda berencana menggunakannya untuk investasi jangka panjang.

Secara pemahaman , saya mengkategorikan investor ke dalam beberapa karakteristik berikut:

#1 Investor yang Terliterasi Keuangan dengan Baik

Investor yang terliterasi keuangan dengan baik adalah mereka yang benar-benar memahami segala seluk beluk dunia keuangan. Saya bukan hanya berbicara mengenai pengetahuan berinvestasi, tetapi juga pengetahuan mengenai keuangan secara umum. Karena seringkali memahami skema investasi saja tidak cukup, tetapi Anda juga harus memiliki pengetahuan mengenai keuangan secara luas. Dengan begitu logika berpikir investor tersebut dalam berinvestasi akan sangat mendukung peluang keuntungannya.

Bagi investor seperti ini biasanya menghitung keuntungan investasi bukanlah hal yang sulit karena ia benar-benar memahami seluk-beluk produk investasi yang digunakannya. Bahkan ia memahami produk-produk investasi lainnya yang sebelumnya telah dibandingkan satu sama lain hingga ia mendapatkan produk investasi yang dianggap paling sesuai kebutuhan dan pilihannya.

#2 Investor yang Sekadar Tahu Ilmu Berinvestasi

Tipe investor lainnya adalah investor yang sekedar tahu ilmu berinvestasi. Tipe investor ini masih mengetahui cara kerja produk investasi yang digunakannya. Tetapi pengetahuannya tidak sedalam investor tipe pertama. Biasanya investor tipe ini adalah mereka yang baru bekerja atau sudah bekerja selama beberapa tahun dan sudah mulai mampu menyiapkan dana untuk berinvestasi. Biasanya ia bukan berasal dari latar belakang jurusan yang terkait keuangan, tetapi memiliki minat untuk mempelajarinya sedikit demi sedikit.

Dengan sedikit modal pengetahuan dan sejumlah modal yang ditabung dari gaji bulanan, investor tipe ini memberanikan dirinya untuk langsung terjun ke dunia investasi. Setelah memulai praktik barulah pengetahuannya dalam berinvestasi bertambah sedikit demi sedikit. Mungkin ada lebih banyak kesalahan yang dilakukan daripada investor tipe pertama, tentunya karena investor ini hanya berbekal pengetahuan investasi yang seadanya. Investor tipe ini biasanya masih kesulitan memahami berapa besar keuntungan yang benar-benar didapatkannya serta berapa bagaimana peluang keuntungannya ke depan.

#3 Investor yang Tidak Tahu Ilmu Berinvestasi

Investor jenis ini bisa juga disebut sebagai investor ‘tebak-tebakan’ . Mereka adalah orang-orang yang belum puas dengan gaji yang sudah didapatkannya setiap bulan sehingga ingin mencari penghasilan tambahan dengan cara apapun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s